Landak dan semut yang kesepian




            Dahulu kala, dihutan belantara hiduplah seekor landak. Dia jarang sekali bermain dengan binatang lain. Dia tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir dengan duri yang ada di tubuhnya akan menusuk temannya. Setiap hari ia bermain sendiri dan mencari makan pun dia hanya berani di malam hari disaat binatang lain tertidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bias diajak bicara dan bermain.
            Suatu hari si landak mengajak kucing ,kambing,kancil dan binatang-binatang lainnya untuk bermain bersama. Akan tetapi, mereka menolak ajakan itu. “Teman-teman ayo bermain bersamaku?” ajak landak. “maaf landak,bukannya tidak mau bermain bersamamu,tetapi kami takut tertusuk duri  di badanmu itu”,seru teman-temannya. “aku akan berahti-hati agar duri di tubuh ku ini tidak menusuk kalian”, kata landak. “tapi maaf landak kami belum bisa”,jawab teman-temannya. Setalah mendengar jawaban dari teman-temanya itu, landak bertambah sedih. Landak selalu berfikir dengan nasibnya itu.
Ketika si landak sedang melamun di pinggir sungai, ada seekor semut menghampirinya dan berkata “hai,siapa nama mu? Aku semut, aku perhatikan dari tadi kamu melamun saja”. Landak kaget mendengar si semut, dia bingung ternyata masih ada hewan lain yang mau menyapanya. Si semut mengulurkan tangannya ke landak, kemudian landak menjabat tangannya semut dengan hati-hati. “Hai juga, namaku landak”,jawab landak dengan perasaan gembira.” Landak, aku tau kamu sedang ada masalah , wajahmu terlihat murung”,kata semut. Karena semut ramah dan baik akhirnya landak bercerita tentang hal yang menimpanya itu. Setelah mendengar cerita landak , si semut merasa iba kepadanya, dan terdiam sejenak. Ia pun juga memikirkan nasib akan dirinya, “kenapa kamu tiba-tiba murung dan diam saja semut?” Tanya landak. “hmmm…gak ada apa-apa kok landak, jika kamu butuh teman aku mau kok berteman dengan mu” kata semut.
Landak dan semut yang kesepian
      Landak kesepian

Tiba-tiba si semut teringat dengan nasib yang dihadapinya. Bahwa ia seekor semut kecil yang tidak mempunyai teman juga. Ia sendirian menerjang badai dan hujan, pahitnya kehidupan telah ia rasakan, namun ia tidak bisa menentang kehendak tuhan. Dirinya hanya mampu menerima dengan ikhlas,tertatih ia melangkah hari demi hari, menatap langit dan bertanya “kapan semua ini akan berakhir?”. Semut kecil berjalan kencang,meskipun banyak  bebatuan tajam yang harus ia lalui, namun ia tak menyerah pada keadaan. Berbagai rintangan selalu ia hadapi dengan senyuman. Senyummya yang manis menyembunyikan derita yang dialaminya. Jauh dilubuk hatinya menyimpan tanya “mengapa aku harus merasakan kesepian dan heningnya kehidupan ini?”. Si semut pun merenung dengan wajah kusam tetes air mata pun mengalir deras menyelimuti kesendiriannya.
            Dengan tubuhnya yang kecil tidak ada yang bisa di lakukannya. “Semut, kenapa kamu menangis,apa kamu juga ada masalah?”,tanya landak. Karena semut sudah tidak tahan menyembunyikan kesendiriannya, akhirnya semut pun menceritakan semua yang dialaminya kepada landak. “Mungkin ini kehendak tuhan yang harus kita jalani”,kata landak. “Iya landak, mulai sekarang kita berteman ya landak,kamu mau kan berteman dengan ku?”,kata semut. Sambil tersenyum,”benarkah? Wah….kamu baik sekali semut,aku mau berteman dengan mu semut,terima kasih semut sudah mau menjadi temanku”. Sekarang aku sudah mempunyai teman,ujar landak. Sambil gembira “sama-sama landak, berkat kamu juga aku sudah tidak kesepian lagi,horeeee…!!!”. Mereka pun akhirnya menjadi sahabat sejati yang selalu menolong jika ada yang kesusahan dan mereka berbahagia selamanya.
TAMAT….!!!!
                                                                                            


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Landak dan semut yang kesepian"

Post a Comment